28 June 2017 15:13 WITA

Tata Cara Melaksanakan Ibadah Puasa Syawal

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tata Cara Melaksanakan Ibadah Puasa Syawal

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pada bulan Syawal, sebagian umat islam memlilih melakukan ibadah puasa syawal. Puasa syawal sendiri memiliki keutamaan yang besar yaitu mendapat pahala puasa setahun penuh. Namun melaksanakan puasa Syawal tidak serta Merta dilakukan. 

Dalam melaksanakan puasa syawal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Bagaimanakah tata cara melakukan puasa syawal?. Wakil dekan 4 Fakultas Kedokteran UMI, Drs. Said mengatakan dalam menjalankan puasa syawal ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,'Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR. Muslim)," kata Said.

Ustad Said menjelaskan, dalil diatas adalah mayoritas ulama yang menunjukkan sunnahnya puasa syawal. Seperti yang juga diungkapkan Madzhab Abu Hanifah, Syafi'i, Imam Ahmad dan Imam Malik. 

"Namun sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah, pendapat dalam madzhab syafi’i yang menyunnahkan puasa Syawal didukung dengan dalil tegas ini. Jika telah terbukti adanya dukungan dalil dari hadits, maka pendapat tersebut tidaklah ditinggalkan hanya karena perkataan sebagian orang," jelasnya.

Menurutnya, puasa syawal lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun bisa juga di akhir asalkan masih di bulan syawal.

"Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin Rahimahullah berkata, para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fithri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan," tuturnya.

Puasa syawal sebaiknya dilakukan secara berurutan, namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan. Seperti yang dikatakan Syaikh Ibnu Utsaimin, lebih utama puasa syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.

"Usahakan untuk menunaikan qodho puasa, terlebih dahulu bagi yang ada batalnya di ramadan agar mendapatkan ganjaran puasa syawal yaitu puasa setahun penuh," bebernya.

Lebih lanjut, Said menambahkan, puasa syawal boleh dilakukan pada hari Jumat dan hari Sabtu. Hal ini berdasarkan Imam Nawawi rahimahullah yang mengatakan, 'ulama Syafiiyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jumat secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh,' (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab, 6: 309).

"Hal ini menunjukkan masih boleh berpuasa syawal pada hari jumat karena bertepatan dengan kebiasaan. Berpuasa syawal pada hari Sabtu juga masih dibolehkan sebagaimana puasa lainnya. Sebab, masih dibolehkan dilakukan pada hari Sabtu, misalnya jika melakukan puasa arafah pada hari Sabtu," tukasnya.