26 June 2017 09:01 WITA

Inilah Tradisi Unik Perayaan Lebaran di Indonesia

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Inilah Tradisi Unik Perayaan Lebaran di Indonesia
Sungkem Tlompak di Magelang.

RAKYATKU.COM - Perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia sangat identik dengan silaturahmi dan makan ketupat. Lebaran ini menjadi moment yang sangat ditunggu oleh umat muslim yang merupakan mayoritas di Indonesia. 

Keragaman budaya Nusantara turut memberikan warna dalam perayaan ini. Ada beberapa tradisi unik yang ada pada moment lebaran dari sejumlah wilayah di Indonesia.

1. Tumbilotohe di Gorontalo

Tradisi unik Tumbilotohe berarti memasang lampu. Biasanya tiga hari menjelang lebaran, masyarakat Gorontalo memasang lampu minyak di halaman rumah, halaman masjid, atau tepi jalan raya. Awalnya hal ini dilakukan untuk memudahkan warga memberi zakat pada malam hari. Kala itu, lampu terbuat dari damar dan getah pohon. Seiring waktu, lampu diganti dengan minyak kelapa dan beralih ke minyak tanah. Kini lampu hadir dengan berbagai bentuk dan warna.

2. Kenduri Makam di Aceh

Tradisi yang turun-temurun dilakukan oleh warga Desa Pasi di Kabupaten Aceh Barat ini diperingati di hari ke 12 setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Warga akan melakukan ziarah dan makan kenduri bersama di lokasi pemakaman tempat keluarga dikebumikan. Orang yang menghadiri ritual kenduru, membawa beraneka macam masakan nasi dan aneka kue kahas Aceh untuk dimakan bersama usai rangkaian acara.

3. Grebeg Syawal di Yogyakarta

Grebeg Syawal biasanya diselenggarakan pada 1 Syawal atau bertepatan pada hari pertama Lebaran. Disini, akan disajikan gunungan yang terdiri dari hasil bumu seperti sayuran, buah, nasi dan kacang-kacangan yang disusun mengercutu layaknya sebuah gunung dan diarak oleh abdi dalem mengelilingi kawasan keraton, alun-alun, dan Masjid Agung.

4. Malaman di Lampung

Malaman dilakukan pada malam takbir, sehari menjelang Idul Fitri. Anak-anak dan remaja laki-laki akan menyusun batok-batok kelapa di halaman rumah mereka hingga menjulang setinggi 1 meter bahkan lebih. Menjelang Lebaran, akan ada banyak batok kelapa yang tidak terpakai sisa masak rendang. Usai disusun, kemudian dibakar hingga api tampak menjulang dan anak-anak bersorak kegirangan.

5. Sungkem Telompak di Magelang

Tradisi ini diikuti masyarakat lereng bara Gunung Merbabu sebagai bentuk syukur atas ketersediaan air di mata air Telompak di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Usai berdoa dan memasang sesaji yang dipimpin seorang juru kunci, mereka menggelar kesenian tradisional Campur Bawur di mata air itu.

6. Perang Topat di Lombok

Dalam tradisi ini, warga akan saling melempar ketupat seusai berdoa dan berziarah di Makam Loang Baloq di kawasan Panatai Tanjung Kranag dan Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro. Mereka percaya, melempar ketupat akan mengabulkan doa. Perang ketupat ini merupakan simbol kerukunan umat Hindu dan Islam di Lombok, yang diikuti oleh umat Islam dan Hindu.

7. Meriam Karbit di Pontianak

Festival Meriam Karbit sudah menjadi ajang perlombaan tahunan tiap Lebaran tiba. Konon, meriam karbit ditembakkan untuk mengusir kuntilanak. Festival ini diadakan di tepian sungai Kapuas dengan menampilkan sejumlah meriam karbit yang dihias warna-warni.