25 June 2017 06:00 WITA

Ini Makna Lebaran bagi Ketua DPRD Maros

Editor: Adil Patawai Anar

RAKYATKU.COM, MAROS - Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, makna sesungguhnya Idul Fitri bagaimana seseorang kembali asal muasalnya. Ibarat manusia, lahir kembali menjadi bayi (Suci).

"Jika kita sudah meyakini selama puasa Ramadan kita telah berhasil menahan hawa nafsu amarah, haus dan lapar, nafsu syahwat, serta hal lainnya yang membatalkan puasa, maka segala dosa-dosanya yang terdahulu pasti dihapuskan. Layaknya seorang bayi yang baru lahir," kata Chadiri kepada Rakyatku.com, 

Selain Zakat Fitrah, ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Maros ini juga mengingatkan hari raya Idul Fitri hendaknya menjalin silaturahmi, sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional ini, silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti halal bi halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat.

"Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah," pungkasnya.