Kamis, 22 Juni 2017 13:48 WITA

Meski Kehalalannya Diragukan, Daging Impor Jadi Pilihan di Maros

Editor: Almaliki
Meski Kehalalannya Diragukan, Daging Impor Jadi Pilihan di Maros
Ilustrasi pedagang daging

RAKYATKU.COM, MAROS - Petugas gabungan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maros, Dinas Kesehatan dan Kepolisian, pada Kamis (22/6/2017), menginspeksi beberapa penjual daging di Pasar Sentral Maros, untuk memastikan kehalalan dan kelayakannya bagi masyarakat jelang Idul Fitri.

Hasilnya, banyak ditemukan daging impor yang dipertanyakan kehalalannya. "Kami temukan daging impor di sana. Makanya kami khawatir kalau daging itu tidak halal karena disembelih dengan tidak secara syariat Islam," ungkap Kepala seksi penyelenggara Syariah Kemenag Maros, Ramli. 

Ia mengaku kaget sebab banyak daging yang dijual ternyata daging yang berasal dari Australia dan India. Padahal di Maros terbilang banyak peternak sapi.

"Saya heran juga, kok bisa banyak daging impor. Kami akan uji dulu di laboratorium, apakah daging ini memang murni daging sapi atau dicampur," lanjutnya. 

Salah seorang pedagang, Dudding mengaku mendapatkan daging itu dari Makassar. Ia mengaku kalau daging impor lebih murah ketimbang daging lokal. 

"Selisih harganya itu, bisa sampai lima ribu per kilogramnya. Makanya kami lebih memilih menjual daging impor, karena lebih untung dan juga lebih terjangkau untuk dibeli sama masyarakat," terangnya. 

Saat dikonfirmasi peredaran daging impor, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Maros, Syamsir malah membantah jika ada daging impor yang beredar di Maros.

Ia mengaku tidak mendapatkan laporan dari anak buahnya terkait hal itu. "Ah tidak ada itu. Masa ada daging impor di sini, sementara banyak stok daging sapi yang kita miliki di Maros." Tetapi ia berjanji akan memantau ke lapangan atas kabar tersebut.