Jumat, 21 April 2017 09:39 WITA

Simpang Lima Mandai Difungsikan 7 Hari Sebelum Lebaran 2017

Editor: Andi Chaerul Fadli
Foto: Fadel/Rakyatku.com

RAKYATKU.COM - Proyek underpass Simpang Lima Mandai rencananya akan difungsikan tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2017. Jalur bawah tanah ini digadang-gadang untuk mengatasi kemacetan di Simpang Lima Mandai dengan memisahkan lalu lintas ekonomi regional Makasar-Maros-Parepare dengan lalu lintas keluar-masuk Bandara Sultan Hasanuddin.

Dikutip dari situs KemenPUPR, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, Underpass Simpang Lima Mandai tetap bisa fungsional pada masa Lebaran 2017.

Menindaklanjuti hal tersebut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar, Bastian S Sihombing mengatakan, underpass itu akan difungsikan dengan perampungan betonisasi dan median jalan sepekan sebelum lebaran.

"Kami instruksikan kontraktror untuk bekerja 3 shift selama 7 hari seminggu. Sehingga target fungsional H-7 Lebaran bisa tercapai. Kita akan lengkapi underpass ini dengan asesori yang dipersyaratkan sesudahnya," jelasnya, belum lama ini.

Pembangunan underpass ini dijadwalkan akan rampung pada 11 Juli 2017. Namun untuk memperlancar arus mudik lebaran, akan dibuka untuk dapat dilalui kendaraan sekitar 19 Juni 2017. Hal ini dimaksudkan untuk melayani lalulintas regional maupun keluar-masuk bandara yang akan memuncak.

Underpass ini memiliki panjang efektif 1.050 meter dengan konstruksi terowongannya sepanjang 110 meter. Saat ini terowongan baik arah Makasar dan arah Maros dengan lebar 2 x 9 meter sudah selesai. 

Secara keseluruhan progres fisik konstruksi kini sudah mencapai 74,77 persen, termasuk sistem drainase dan pintu air untuk mengantisipasi terjadinya genangan pada terowongan, akibat kenaikan elevasi banjir dari sungai terdekat.

Pembiayaannya menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Multiyears tahun anggaran 2015-2017 dengan biaya Rp 169,63 miliar dengan kontraktor pelaksana adalah PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.