Minggu, 03 Mei 2020 19:02 WITA

Ketika Umat Sudah Merasa Aman dari Azab Allah, Pertanda Kerugian Kian Dekat

Editor: Abu Asyraf
Ketika Umat Sudah Merasa Aman dari Azab Allah, Pertanda Kerugian Kian Dekat
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Alquran adalah sumber utama ilmu pengetahuan. Di dalamnya meliputi pedoman seluruh aspek kehidupan.

Tak satu pun ayat dalam Alquran yang keliru. Allah azza wa jalla telah menjamin dan menjaganya. Semua yang dijanjikan Allah subhanahu wata'ala dipastikan terbukti, cepat atau lambat.

Berikut ini sejumlah ilmu yang dapat dipetik dari beberapa ayat di juz 9 seperti dirangkum Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar:

Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 99) 

Faedah: Jika suatu masyarakat sudah merasa aman dari siksaan Allah maka kerugian justru semakin mendekat kepada mereka. 

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 96)

Faedah : Iman dan Takwa sebab datangnya seluruh kebaikan.

Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir‘aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 103)
 

Faedah : Di antara tujuan (disebutkannya) kisah Nabi Musa d dalam Surah Al-A'raf agar kita bisa mengambil pelajaran bagaimana kesudahan orang-orang yang suka berbuat kerusakan, sebagai peringatan bagi siapa saja yang berada di atas jalannya dan apa yang akan mereka dapatkan dari perbuatannya tersebut. 

Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 119-120)
 

Faedah : Bagaimanapun tersebarnya kebatilan yang membuat sebagian orang-orang putus asa, kebenaran itu akan nampak suatu hari dan kesudahan yang baik bagi agama ini. 

(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 126)

Faedah : Obsesi mereka adalah mati dalam keadaan muslim, dan tidak ada jalan mendapatkan itu kecuali dengan kesabaran. 

Dan para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Q.S. Al-A'raf, Ayat 127)
 

Faedah : Teman yang buruk akan menimbulkan kerugian dan masalah bagi suatu negara dan masyarakat. 

Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.” (Q.S. Al-A'raf, Ayat 149)
 

Faedah : Jika Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, Dia membuat hamba-Nya bertaubat setelah melakukan maksiat, menyesali dan beristighfar kepada-Nya

Dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka,... (Q.S. Al-A'raf, Ayat 157)
 

Faedah : Segala sesuatu yang Allah halalkan adalah baik dan cocok untuk kita, dan apa yang diharamkan itu akan menimbulkan kerusakan. 

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.” (Q.S. Al-A'raf, Ayat 164)
 

Faedah
1. Jangan pernah ragu dengan perkataan haq yang kamu katakan atau nasehat yang kamu sampaikan, karena boleh jadi itu mengetuk hati dan memberi manfaat kepada orang-orang yang memiliki hati yang bersih, yang mana itu akan menjadi kebaikan dan pahala yang kamu akan petik buahnya pada hari kiamat kelak. 
2. Kewajiban kita adalah menyampaikan dan mengajak kepada kebaikan, adapun hidayah berada di tangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zhalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 165)

Faedah : Syekh As-Sa'di berkata, "Inilah ketetapan Allah bagi hamba-Nya jika hukuman datang maka yang akan selamat darinya adalah orang-orang yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran."

Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan shalat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang shalih.(Q.S. Al-A'raf, Ayat 170)
 

Faedah : Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan mengerjakan shalat dengan tenang merupakan sifat agung orang muslih (yang suka melakukan perbaikan) 

loading...

Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir (Q.S. Al-A'raf, Ayat 176)
 

Faedah : Di antara metode yang efektif dalam berdakwah adalah dengan membawa kisah-kisah yang benar. 

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 182)
 

Faedah : Jangan pernah tertipu dengan orang-orang yang hidupnya dipenuhi maksiat, kelihatannya mereka sehat dan berpenampilan baik, namun boleh jadi itu adalah istidraj. 

Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang shalih, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 190) 
 

Faedah : Jika kamu diberi nikmat maka bersyukurlah kepada Allah sebelum syukur kepada manusia. 

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 199)

Faedah
1. Islam itu mencakup semuanya, Akidah, Akhlak, dan Muamalat
2. Pedoman yang baik dalam bergaul kepada manusia. 

Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat. (Q.S. Al-A'raf, Ayat 204) 
 

Faedah
1. Adab kepada Al-Qur'an 
2. Al-Qur'an merupakan sumber datangnya rahmat. 
3. Sunnah yang banyak ditinggalkan adalah mengkhususkan waktu untuk mendengarkan Al-Qur'an.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (Q.S. Al-Anfal, Ayat 2) 
 

Faedah
1. Ciri orang beriman adalah yang hatinya terpengaruh ketika dibacakan Al-Qur'an 
2. Dzikir dan baca Al-Qur'an di antara sebab utama iman seseorang bertambah. 
3. Iman itu bertingkat-tingkat, bertambah karena ketaatan dan berkurang karena maksiat. 

Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya, (Q.S. Al-Anfal, Ayat 7)

Faedah : Terkadang kita dipalingkan dari sesuatu yang kita sukai dan inginkan, kemudian Allah justru mendatangkan sebaliknya, maka janganlah berputus asa dan tetaplah percaya kepada Allah karena kebaikan adalah apa yang Allah pilihkan untukmu.

Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali. (Q.S. Al-Anfal, Ayat 16)
 

Faedah : Lari dari medan perang di antara bentuk dosa besar. 

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar. (Q.S. Al-Anfal, Ayat 29)
 

Faedah : Al-Furqan adalah cahaya yang ada di dalam hati, yang menjadikan seorang mukmin dapat membedakan perkara syubhat (samar), dan wasilah untuk mendapatkannya adalah dengan takwa dan tidak mengikuti hawa nafsu. 

Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (Q.S. Al-Anfal, Ayat 33)
 

Faedah : Banyak beristighfar dan menyebarkannya di tengah manusia adalah sebab dihindarkannya kita dari azab. 

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan, (Q.S. Al-Anfal, Ayat 36)
 

Faedah : Tidak ada gunanya harta jika tidak dipersembahkan untuk agama Allah, akan menjadi penyesalan di hari kiamat. 

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)” (Q.S.  Al-Anfal, Ayat 38)
 

Faedah : Bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, islam dan taubat akan menghapus dosa-dosa yang lalu.

Tags
Loading...
Loading...