Jumat, 24 April 2020 10:07 WITA

Patut Dibaca, Ini Niat dan Tata Cara Salat Tarawih di Bulan Ramadan

Editor: Fusuy
Patut Dibaca, Ini Niat dan Tata Cara Salat Tarawih di Bulan Ramadan
(foto/int)

RAKYATKU.COM--Salat Tarawih adalah salat sunah yang hanya dikerjakan di malam hari pada bulan Ramadan. Berikut niat dan tata cara salat Tarawih di bulan Ramadan.
Hukum salat tarawih
Hukum melaksanakan salat Tarawih adalah sunnat muakkad yang boleh dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah. Pada periode pandemi Covid-19, salat Tarawih dianjurkan dilakukan dari rumah.

"Hukumnya sunnat muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan, boleh dikerjakan sendiri-sendiri [munfarid] ataupun dengan berjamaah di rumah," kata pengasuh Taman Belajar Al-Afifiyah KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Waktu pelaksanaan salat Tarawih
Waktu pelaksanaan sholat Tarawih adalah dimulai setelah salat Isya' hingga sebelum salat witir atau sampai masuk waktu Subuh, ditandai dengan terbitnya Fajar Shodiq.

Jumlah rakaat salat Tarawih
Terdapat sejumlah pendapat mengenai jumlah rakaat salat Tarawih.

Salat Tarawih boleh dikerjakan delapan rakaat dengan salam setiap empat rakaat. Boleh pula dilakukan 20 rakaat dengan salam setiap dua rakaat. Salat Tarawih lalu dilanjutkan dengan tiga rakaat salat witir.

Tata cara salat tarawih
- Dimulai dengan niat salat Tarawih
Niat salat Tarawih dapat dibaca di dalam hati saat takbiratul ihram. Berikut niat salat Tarawih dua rakaat berjamaah;

Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman (imaman) lillahi ta'aalaa
Artinya:
Aku berniat salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala
Berikut niat salat Tarawih dua rakaat berjamaah yang dilakukan sendiri (munfarid):
Usholli sunnatattarowihi rok'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala
Artinya:
Aku beniat salat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
 

Salat seperti biasa
- Surat pendek yang disarankan
Ustaz Wahyul menyebut terdapat beberapa surat pendek yang dianjurkan dibaca jika hafal setelah membaca surat Al-Fatihah.

Pada tanggal 1-15 Ramadan dianjurkan membaca surat pendek berikut ini secara berurutan dari rakaat pertama berupa surat At-Takatsur, Al-Asr, Al-Humazah, Al-Fiil, Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kautsar, Al-Kafirun, An-Nashr dan Al-Lahab. Sementara pada setiap rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.

Pada tanggal 16 hingga akhir Ramadan dianjurkan membaca surat Al-Qadr pada rakaat pertama. Pada rakaat kedua membaca surat pendek berikut ini secara berurutan yakni, At-Takatsur, Al-'Asr, Al-Humazah, Al-Fiil, Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kautsar, Al-Kafirun, An-Nashr, dan Al-Lahab.

"Jika tidak hafal surat-surat tersebut maka silakan membaca surat dalam Al-Qur'an yang dihafal," ucap Wahyul.

- Doa pada setiap salam
Allohumma Innaka Afuwwun Kariim Tukhibbul Afwa Fa'fuanni
Artinya:
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku yang Maha Mulia.
Allohumma inna Nas'aluka Ridhoka wal Jannah wa Na'udzhubika min Sakhotika wannaar
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan siksa neraka.

- Doa kamilin di akhir salat tarawih
Pada salam terakhir salat tarawih dianjurkan membaca doa kamilin untuk menyempurnakan keimanan.

Bilal saat berjamaah
Jika salat Tarawih dilakukan berjamaah, sebaiknya ditunjuk seorang bilal yang bertugas sebagai pemandu bacaan selawat nabi untuk mengiringi salat Tarawih. Bilal juga berfungsi membantu Imam agar tidak terlupa jumlah rakaat yang dilaksanakan dengan menyebutkan nama-nama Khulafaurrosyidin. (*)

 

 

Loading...
Loading...

Berita Terkait