Kamis, 30 Januari 2020 04:00 WITA

Kisah: Imam Al-Ghazali Tidak Khusyuk dalam Salat karena Darah Haid

Editor: Nur Hidayat Said
Kisah: Imam Al-Ghazali Tidak Khusyuk dalam Salat karena Darah Haid
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Kisah ini bercerita tentang seorang alim dan merupakan kaum arifin sekaligus pembesar wali Allah, yaitu Imam Ahmad al-Ghazali rahimahullah. 

Beliau adalah saudara kandung dari Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali Rahimahullah pengarang kitab Ihya’ Ulumuddin yang oleh Imam an-Nawawi kitab tersebut hampir seperti Al-Qur'an.

Diceritakan dalam kitab Muid an-Ni’ami, Imam Tajuddin as-Subki Rahimahullah berkata, “Kami pernah mendengar suatu riwayat Imam al-Ghazali mengimami saudara laki-lakinya yang bernama Ahmad. Di tengah-tengah salat tiba-tiba ia mufaraqah (memutus jemaah) dari bermakmum kepada Imam al-Ghazali, setelah usai salat Imam al-Ghazali bertanya, “Mengapa engkau memutus jemaah dariku?” Kemudian saudaranya menjawab, “Karena engkau berlumuran darah haid”.

Lantas Imam al-Ghazali sadar saat salat tadi beliau teringat akan suatu masalah fikih yang berhubungan dengan haid.

Hikmah di balik kisah ini adalah mengenai pentingnya khusyuk saat salat. Begitu sulitnya khusuk sampai Imam al-Ghazali Rahimahullah pun masih belum sepenuhnya khusyuk. 

loading...

Termasuk tidak khusuk adalah memikirkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan salat seperti kisah di atas.

Oleh karenanya, saudara beliau yakni Imam Ahmad al-Ghazali Rahimahullah memilih memutus jemaah darinya.

Salat memang bukan perkara zahir saja, tetapi berhubungan dengan dimensi yang lebih abstrak, yaitu perihal perkara batin.

Sumber: Islami.co 

Loading...
Loading...