Selasa, 15 Oktober 2019 08:00 WITA

Penyebar Islam Pertama di Australia Berasal dari Makassar, Ini Buktinya

Editor: Nur Hidayat Said
Penyebar Islam Pertama di Australia Berasal dari Makassar, Ini Buktinya
Foto: IST.

RAKYATKU.COM, MELBOURNE - Penyebar Islam pertama di Australia yang diterima dari Indonesia. Mereka adalah nelayan dan pedagang Makassar yang terkait dengan suku Aborigin di Australia pada abad ke 16 dan 17. Itu terjadi jauh sebelum bangsa kulit putih datang ke benua tersebut.

Para nelayan dan pedagang Makassar saat itu sudah merambah Pesisir utara Australia Barat, Australia Utara dan Queensland. Mereka berdagang dengan suku Aborigin dan mencari teripang yang bernilai ekonomis tinggi.

Sambil berdagang dan mencari teripang, mereka juga jadi penyebar Islam pertama di Australia dengan berbagai cara termasuk melalui pernikahan. Bukti-bukti yang disetujui mereka disimpan rapi di Museum Islam Australia.

"Jauh sebelum bangsa kulit putih datang ke Australia, sudah ada hubungan kuat antara suku Aborigin dan para nelayan muslim dari Makassar, Indonesia pada abad ke-16 dan abad ke-17," ujar Dr Mahmoud Mohammed, Manajer Koleksi dan Konservasi Museum Islam Australia. .

Bukti-bukti kehadirin para nelayan dan pedagang Makassar sebagai penyebar Islam pertama di Australia salah satunya adalah temuan yang disetujui kosa kata bahasa Makassar dan suku Aborigin. 

Bukti lainnya adalah temuan lukisan perahu Makassar di gua-gua suku Aborigin di Pantai barat dan utara Australia. Makassar juga beberapa makam nelayan dan pedagang di beberapa lokasi.

Sedianya replika kapal nelayan Makassar akan dipajang di galeri Museum Islam Australia dalam waktu dekat. Lokasinya di lantai dua, terus di depan papan penjelasan tentang masuknya Islam pertama kali ke benua Australia.

Selain para nelayan dan pedagang Makassar, para imigran muslim dari berbagai negara jajahan Inggris di Afrika juga sudah mulai datang ke Australia pada akhir abad ke-17. Disusul para penunggang dari Afghanistan yang punya andil besar dalam penyebaran Islam di Australia pada abad ke-18.

Loading...

Tenaga yang dibutuhkan untuk mengendalikan unta yang perlu membawa barang dan proyek pembangunan rel kereta api di pedalaman Australia dengan medan berat yang terdiri dari pengembangan. Di antara proyek pembangunan jaringan rel kereta api antara Port Augusta dan Alice Springs, yang kemudian dikenal sebagai Ghan. Jalur kereta api menuju Darwin pada 2004.

Jumlah penduduk Muslim di Australia tumbuh pesat. Sensus populasi terbaru pada 2016 mencatat jumlah penduduk muslim di Australia berjumlah 604.000 orang dari total jumlah penduduk Australia berjumlah 24,4 juta orang.

Padahal, sensus sebelumnya pada 2006 menghitung jumlah penduduk muslim Australia sebanyak 341.000 orang. Artinya, dalam rentang waktu 10 tahun, jumlah penduduk muslim di Australia naik 100 persen.

Di Kota Melbourne, panduduk muslim tersebar di berbagai kawasan. Di Queen Victoria Market misalnya, Okezone berjumpa dengan pedagang muslim dari Indonesia, Malaysia dan Afghanistan. Pemandangan serupa juga dijumpai di South Melbourne Market. Dikirim pedagang dari Pakistan dan Turki.

Di kawasan Sydney Road, Brunswick, lebih banyak lagi, lebih banyak pedagang dan pemilik restoran muslim yang berasal dari Afrika, Lebanon, Turki, Afghanistan dan banyak negara lainnya. Mereka rata-rata generasi kedua atau ketiga dan sudah menjadi penduduk resmi Australia.

Sumber: Okezone.com

Loading...
Loading...