Selasa, 01 Oktober 2019 05:30 WITA

Tempat Salat Disebut Mihrab, padahal Artinya Medan Perang

Editor: Nur Hidayat Said
Tempat Salat Disebut Mihrab, padahal Artinya Medan Perang
Foto: Shutterstock.

RAKYATKU.COM - Di dalam Islam, tempat ibadah seseorang disebut Mihrab. Biasanya tempat ini digunakan untuk imam salat berjamaah atau untuk seorang yang ingin menyendiri ketika salat.

Makna asli dari kata nihrab adalah tempat atau medan perang. Mengapa tempat salat disebut medan perang?

Ternyata, posisi saar salat seperti posisi sedang berperang. Itu karena ada dua unsur dalam diri yang saling tarik menarik. 

Di satu sisi ada hawa nafsu yang menarik untuk lalai dan memikirkan hal-hal duniawi, sementara di di sisi lain ada ruh yang menarik untuk terbang mendekat kepada Allah swt.

Salah satu filosofi dari takbir di awal salat adalah untuk menegaskan pada jiwa, “Wahai jiwa yang mengajak kepada keburukan, aku akan mampu melawanmu dengan Nama Allah yang Maha Besar.”

Karena itulah diperintahkan untuk meminta pertolongan dengan salat. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (QS.Al-Baqarah:45)

Karena kemenangan ketika salat menentukan kemenangan untuk menaklukkan jiwa di luar salat. Sementara untuk menang di dalam salat bukanlah hal yang mudah. 

Allah melanjutkan Firman-Nya, “Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS.Al-Baqarah:45)

Memenangkan pertarungan diri ketika salat itu sungguh berat. Diperlukan latihan yang serius untuk mendapatkannya. 

Kecuali bagi orang-orang yang telah meraih kekhusyukan. Bagi mereka tidak ada momen yang lebih dirindukan melebihi pertemuan dengan Allah swt ketika salat.

Maka logika Al-Qur’an menjelaskan, siapa yang bisa menaklukkan diri dalam salatnya maka dia telah menyelesaikan berbagai masalah di luar salatnya. 

Bukankah Allah berfirman, “Sesungguhnya saalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS.Al-Ankabut:45)

Sumber: Islami.co

Tags
Loading...
Loading...

Berita Terkait