Selasa, 27 Agustus 2019 04:00 WITA

Sirri As Saqathi, Sufi yang Merasa Menyesal Mengucap Alhamdulillah

Editor: Nur Hidayat Said
Sirri As Saqathi, Sufi yang Merasa Menyesal Mengucap Alhamdulillah
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Sufi yang satu ini dikenal sebagai paman sekaligus guru Imam Junaid Al Baghdadi. 

Bernama lengkap Abi al-Hasan Sarri ibn al-Mughalis as-Saqathy, ulama besar dengan kemampuan ilmu pengetahuan yang sulit dicari bandingannya. 

Sirri As Saqathi menguasai ilmu hadis, ilmu fikih, ilmu sejarah, ilmu tasawuf, ilmu kalam, dan filsafat.

Tak dikenal sekadar ahli ilmu, tetapi ahli amal yang menghabiskan waktunya semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah swt. 

Kegigihan Sirri As Saqathi dalam beribadah tentu sudah tidak diragukan lagi. Inilah yang menjadikannya seorang sufi masyhur hingga sekarang.

Dikisahkan suatu hari pasar di kota Bagdad terbakar. Padahal saat itu Sirri As Saqathi mempunyai toko di pasar tersebut. Mendengar pasar terbakar, ia pun segera menuju ke tempat kejadian.

Namun, di tengah jalan ada seseorang yang tergopoh-gopoh menemui Sirri As Saqathi. ”Api tidak sampai menjalar ke tokomu,” katanya.

Loading...

Mendengar hal itu Sirri As Saqathi langsung mengucapkan, ”Alhamdulillah!”

Ucapan ini ternyata menjadi ucapan alhamduillah pertamanya setelah 30 tahun tidak mengucapkannya. 

Sirri As Saqathi mengaku yang dipikirkannya saat itu adalah tokonya tidak terbakar. Ucapan alhamudilllah menunjukkan bahwa aku bersyukur bahwa api tidak membakar tokomu. 

Dengan demikian, aku merasa telah rela toko-toko orang lain terbakar! Kemudian aku merasa menyesal, karena mensyukuri keberuntunganku sendiri di atas penderitaan orang lain.”

“Itulah alhamdulillah pertamaku setelah sebelumnya selama 30 tahun hanya beristighfar kepada Allah,” katanya.

Sumber: Islami.co

Loading...
Loading...