Selasa, 20 Agustus 2019 05:30 WITA

Untuk yang Suka Tidur usai Salat Subuh, Ini Dampaknya

Editor: Nur Hidayat Said
Untuk yang Suka Tidur usai Salat Subuh, Ini Dampaknya
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Bangun salat subuh, mungkin bagian sebagian orang, jadi aktivitas cukup sulit untuk dilakukan. Sehingga tak jarang ada yang bangunnya jadi kesiangan, atau malah melewatkannya tanpa salat subuh.

KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen, sebelum wafat di pernah mengatakan salat subuh kesiangan itu lebih baik, daripada setelah bangun subuh tidur lagi.

"Ada sebagian ulama berkata, salat subuh kesiangan (salat subuh di akhir waktu) itu lebih baik daripada salat subuh tepat waktu, tetapi setelah subuh tidur," kata Mbah Moen dikutip laman Muslim Moderat.

Namun jangan salah paham, di sini perlu digarisbawahi, maksud Mbah Moen adalah betapa buruknya setelah salat subuh kemudian tidur lagi. 

Selain bisa merusak kesehatan ternyata banyak juga efek negatif yang ditimbulkan dari tidur setelah subuh baik secara jasmani, rohani, maupun psikis.

Menurut Ketua Komunitas Dai Daiyah, Ustaz Mahfud Said, pada dasarnya tidur setelah salat subuh dapat mengganggu aktivitas. Selain itu, dalam Islam ada dua pendapat yang membahas setelah salat subuh kemudian tidur lagi.

"Pertama, tidur setelah subuh dibolehkan. Tidak ada dalil yang melarang, namun lebih karena ada sebab yang membutuhkan tidur setelah subuh. Misal karena malam harinya insomnia atau tidak bisa tidur semalaman. Kedua, makruh karena ada riwayat dari Imam Ahmad hadist Nabi yang menjelaskan, keberkahan umat Nabi Muhammad di pagi hari," ujarnya.

Loading...

Dari Jabir bin Samuroh, "Nabi saw biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah salat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, Rasulullah berdiri (meninggalkan tempat salat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan Rasulullah hanya tersenyum saja." (HR. Muslim Nomor 670)

"Kesimpulannya, Nabi habis salat subuh tidak berdiri sampai terbit matahari, dengan memperbanyak zikir, insyaallah dimudahkan segalanya," ujarnya.

Bagaimana menurut pandangan medis? Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dokter Syarif Hasan Lutfie, mengatakan, dilihat secara medis kebiasaan tersebut dapat mengganggu sistem metabolisme pada tubuh manusia dan akan menimbulkan kurang semangat.

Secara medis, karena metabolisme itu umumnya diistirahatkan pada malam hari tentu pengaruhnya pada efek sel tubuh dengan respon lebih lambat, untuk metabolisme aktif sehingga pertukaran elektrolit tubuh sedikit terganggu," katanya.

Kata Rasulullah, ada beberapa waktu yang sebaiknya dihindari untuk tidur. Yaitu, tidur di pagi hari setelah salat subuh, tidur setelah salat asar menjelang magrib, tidur sebelum salat isya, tidur setelah selesai makan, tidur sepanjang hari.

Sumber: Okezone

Loading...
Loading...