Selasa, 30 Juli 2019 03:30 WITA

Dear Emak-emak, Begini Cara Hapus Dosa Gibah

Editor: Nur Hidayat Said
Dear Emak-emak, Begini Cara Hapus Dosa Gibah
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Setiap saat melakukan perbuatan maksiat, manusia wajib menyesali perbuatan itu. Artinya harus bertobat kepada Allah swt.

Ulama berpendapat maksiat yang diperbuat tidak ada kaitannya dengan hak-hak orang lain, ada tiga syarat yang harus dilakukan ketika bertobat. Pertama, segera berhenti melakukanya; kedua, menyesali perbuatanya; ketiga, bertekad untuk tidak melakukanya kembali.

Dilansir situs resmi Pondok Pesantren Lirboyo, maksiat yang dilakukan ada hubungannya dengan hak-hak orang lain, maka selain tiga syarat di atas, ada satu syarat tambahan, yaitu mengembalikan hak pada pemiliknya atau kita meminta maaf kepadanya.

Misalnya tobatnya seorang maling bisa sah kalau seandainya sudah mengembalikan barang curiannya atau meminta halal pada pemiliknya.

Seperti dengan dosanya seorang maling, dosanya seorang yang suka gibah (gosip) juga berkaitan dengan hak-hak orang lain. Maka dari itu orang yang menggibah wajib meminta maaf kepada orang yang digibahnya.

Lalu yang menjadi permasalahanya adalah, apakah cukup meminta maaf dengan ungkapan umum? Atau harus menjelaskan apa yang jadi bahan gibahnya?

Dalam hal ini ada dua pendapat yang disampaikan oleh ulama mazhab Syafi’i:

Loading...

Pertama, harus menjelaskan secara spesifik bentuk gibahnya. Kedua, tidak perlu menjelaskannya.

Menurut Imam Nawawi pendapat yang pertama lebih kuat, sebab kadang orang bisa memaklumi satu gosip tertentu tantang dirinya, tetapi tidak dengan gosip yang lain.

Terakhir bagaimana kalau orang yang digibah telah meninggal dunia, sedang merantau, atau apapun yang intinya kita tidak mungkin bisa lagi meminta maaf padanya?

Maka jawabanya adalah hanya bisa pasrah sambil memperbanyak kebaikan dan mendoakan kebaikan, serta memohonkan ampunan kepada Allah swt untuk orang yang kita gibah. 

Waallahuaalam.

Sumber: Okezone.com

Tags
Loading...
Loading...