Selasa, 02 Juli 2019 05:30 WITA

Ada 3 Tingkatan Ikhlas, Kamu Masuk yang Mana?

Editor: Nur Hidayat Said
Ada 3 Tingkatan Ikhlas, Kamu Masuk yang Mana?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Ikhlas adalah kunci utama diterimanya sebuah amal. Percuma berbuat baik bila niatnya bukan karena Allah swt. Banyak-sedikitnya amal bukan penentu diterima atau tidaknya ibadah, tetapi keikhlasan dalam beramal yang menjadi kuncinya.

Berkaitan dengan ikhlas, Allah swt berfirman dalam QS Al-A’raf (7): 29 yang artinya:

“Katakanlah, Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.”

Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya: “Allah swt tidak akan melihat (menilai) sebarapa bagus tubuh kalian, atau seberapa elok paras kalian, akan tetapi Allah swt akan menilai apa yang ada dalam hati kalian.” (HR Imam Muslim)

Ikhlas menurut sebagian manusia memang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa. Ikhlas bisa diusahakan secara perlahan-lahan. 

Selalu ingin dipuji dan dihormati orang lain selalu menjadi alasan berbuat baik. Tidak mengapa, itu namanya proses. Ingin mendapatkan apresiasi makhluk saat berbuat baik, itu sebagai langkah awal. Ubah sedikit demi sedikit sehingga berbuat baik karena Allah swt.

Sebenarnya ikhlas memiliki tiga tingkatan. Mulai dari Ulya (paling tinggi), wustho (sedang-sedang) dan dunya (adna: paling rendah). Pembagian ini berdasarkan penjelasan dari Syekh Muhammad Bin Salim Bin Sa’ied Asy-Syafi’ie dalam kitabnya, Is’adurrofiq juz 2/hal. 4. Beliau berkata yang artinya:

“Tingkatan ikhlas ada tiga. Pertama ulya, yaitu beramal karena Allah swt semata. Beribadah karena menjalankan perintah-Nya dan menegakkan kewajiban menyembah-Nya. Kedua, wustho, yaitu beribadah karena mengharapkan akhirat. Ketiga, dunya, yaitu beribadah karena ingin kemulian di dunia dan selamat dari berbagai macam mara bahaya dunia."

Orang yang beribadah karena ingin kaya, misalkan dengan rajin salat duha dan istikamah mengaji surat al-Waqi’ah, masih termasuk kategori ikhlas. Orang yang melakukan salat malam karena ingin pangkat keduniaan, juga termasuk ikhlas paling rendah. Rajin sedekah karena untuk menolak bala’ juga masuk pada ikhlas dunya.

Di atasnya sedikit, orang beribadah karena mengharapkan kehidupan akhirat. Ia salat, puasa, zakat,  haji, dan lain-lain karena inginkan surga dan takut neraka. Hal ini termasuk pada kategori ikhlas wustho.

Paling tinggi tingkatan ikhlas adalah beribadah karena Allah swt. Tidak ada dalam hatinya keinginan lain kecuali menggapai rida Allah swt. Golongan ini beribadah bukan karena ingin surga atau takut neraka. Melainkan untuk menggapai kasih sayang-Nya.

Wallahualam.

Sumber: Islami.co

Tags
Loading...
Loading...

Berita Terkait