Senin, 27 Mei 2019 06:00 WITA

Inilah Orang yang Puasa Tapi Rugi di Bulan Ramadan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Inilah Orang yang Puasa Tapi Rugi di Bulan Ramadan
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi banyak orang. Salah satunya yaitu untuk meraih kemuliaan dan limpahan pahala dari berbagai macam ibadah wajib maupun sunnah. 

Seperti halnya ibadah puasa, ibadah salat wajib dan sunnah, ibadah zakat, dan lainnya. Namun ternyata, ada beberapa orang yang justru tergolong celaka dengan puasa Ramadan.

Ada beberapa hadis yang mengingatkan umat Islam bahwa sangat berbahaya apabila seseorang berpuasa tidak memenuhi adab dan aturannya. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW pernah menyebutkan, ada banyak orang yang berpuasa tanpa hasil apapun kecuali hanya lapar dahaga. Seperti halnya beliau bersabda dalam hadist berikut ini.

“Betapa banyak orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang salat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja.” (HR An-Nasai)

Lalu siapa sajakah orang-orang yang justru celaka dengan puasa Ramadannya? 

Pertama, yaitu orang yang berpuasa dengan tanpa ilmu. Maksudnya, orang tersebut tidak mengetahui apa yang membatalkan puasa dan apa yang tidak membatalkan puasa. Sehingga mereka seolah-olah berpuasa tanpa arah dan tanpa mengetahui aturan puasa.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda: “Seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu).” (HR Ibnu Majah)

Kedua, yaitu orang-orang yang berpuasa hanya dengan menahan dari makan minum dan berhubungan badan semata. Sehingga mereka merasa bahwa dengan puasa tersebut, mereka sudah memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa. 
Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhori)

Loading...

Dalam konteks tersebut, maksudnya adalah orang-orang yang selama berpuasa hanya menahan haus dan lapar saja. Sedangkan mereka tidak menahan diri dari perbuatan maksiat seperti tidak menahan emosi dan tidak mampu menundukkan nafsunya.

Contohnya, mereka tidak mampu menjaga lisan sehingga mereka tetap bergunjing atau melakukan ghibah atau berkata dusta di siang hari selama bulan ramadhan. Terlebih apabila anggota badan mereka tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

Ketiga, yaitu orang-orang yang melakukan ibadah puasa dengan bermalas-malasan. Bagi orang yang melakukan puasa dengan penuh kemalasan, mereka tidak menyadari kemuliaan bulan ramadhan yang penuh dengan berkah dan pahala.

Orang-orang yang sangat malas beribadah di bulan Ramadan tidak menyadari dan memahami bahwa bulan Ramadan bukan hanya bulan puasa saja. Namun juga merupakan bulan penuh kebaikan yang disyariatkan untuk lebih banyak melakukan amal kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan.” (HR Ahmad)

Keempat, yaitu orang-orang yang berpuasa namun tidak melaksanakan tarawih, tilawah, tadarus, tidak bersedekah, tidak memberi makanan untuk berbuka puasa, hingga tidak melakukan i’tikaf.

Sumber: Islami.co

Loading...
Loading...