Senin, 25 Maret 2019 04:30 WITA

Kiat Meraih Salat yang Khusyuk

Editor: Nur Hidayat Said
Kiat Meraih Salat yang Khusyuk

RAKYATKU.COM - Seringkali manusia terpikirkan hal-hal lain yang menjadikan shalatnya tidak khusyuk.

Padahal dalam hadis dari Abu Hurairah dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, "Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Maka, jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika salatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi."

Berikut lima cara yang mungkin dapat dilakukan agar salay menjadi khusyuk:

Pertama, hati yang ikhlas karena Allah swt. Ketika seseorang melaksanakan salat dengan hati yang ikhlas karena Allah swt semata, maka akan muncul kekhusyukan pada anggota tubuh berupa ketenangan hati. Sebagaimana firman Allah swt yang artinya:

“Maka celakalah orang yang salat (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya yang berbuat riya." (Q.S Al-Maun: 4-6).

Menurut Ibnu Abbas, orang yang lalai terhadap salatnya adalah orang yang hatinya tidak hadir ketika salat atau tidak khusyuk ketika salat.

Kedua, mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud, sebagaimana hadis Rasulullah SAW:

“Dan sewaktu beliau masuk ke dalam kakbah tidak sedikitpun beliau memalingkan pandangannya dari tempat sujudnya hingga beliau keluar dari dalam kakbah”.

Ketiga, kecepatan membaca. Kecepatan membaca seseorang ketika melaksanakan salat akan berpengaruh kepada kekhusyukan dalam shalat. Oleh karenanya, diperlukan adanya ketenangan, tidak tergesa-gesa dan tuma’ninah

Di samping itu, Allah swt memberikan jaminan berupa kebahagiaan hidup bagi orang-orang yang melakukan salat dengan khusyuk. Sebagaimana firman Allah swt yang artinya:

Loading...

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.” (Q.S Al-Mu’minun: 1-2).

Keempat, mencari tempat yang sepi. Keadaan tempat yang dapat mengganggu kekhusyukan seseorang dalam salat adalah tempat yang dapat mengganggu konsentrasi orang yang salat. Misalnya salat di tempat yang terdapat banyak gambar atau lukisan. Sebagaimana hadis dari Aisyah berikut:

“Rasulullah saw pernah salat menggunakan khamisah (jenis pakaian dari bulu) yang ada gambarnya. Setelah beliau selesai mengerjakan salat, beliau bersabda, ”bawalah khamisah ini kepada Abu Jahm Ibnu Hudzaifah dan bawakan aku Anbijaniyah (jenis baju tebal dan kasar/baju tebal yang tak ada gambarnya). Karena sesungguhnya khamisah tersebut mengganggu konsentrasiku di dalam salat tadi”.

Menurut Al-Shan’ani, hadis tersebut merupakan dalil yang menunjukkan segala sesuatu yang merusak konsentrasi dalam salat serta dapat memalingkan konsentrasi hati baik berupa ukiran atau benda lainnya adalah makruh.

Kelima, memahami setiap kalimat yang dibaca dalam salat.

Mengetahui bacaan-bacaan salat juga merupakan hal yang memengaruhi kekhusyu’an seseorang dalam shalat. Sebagaimana firman Allah swt yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.” (Q.S An-Nisa: 43).

Sumber: Islami.co

Loading...
Loading...