Rabu, 16 Januari 2019 05:00 WITA

Bersujud seperti Selebrasi Mo Salah, Haruskah dalam Keadaan Suci?

Editor: Nur Hidayat Said
Bersujud seperti Selebrasi Mo Salah, Haruskah dalam Keadaan Suci?
Mohamed Salah. (Foto: Reuters)

RAKYATKU.COM - Sujud syukur merupakan satu dari sekian tuntunan Nabi Muhammad saw, dalam menyikapi nikmat yang dianugerahkan Allah swt kepada kita.

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi dari Abu Bakrah, dikisahkan Rasulullah saw akan melakukan sujud syukur saat mendapatkan perkara yang membuatnya bahagia.

Muncul pertanyaaan, apakah disyaratkan dalam kondisi suci ketika hendak melakukan sujud syukur? Seperti yang sering dilakukan pesepak bola asal Mesir saat selebrasi mencetak gol, Mohamed Salah.

Mengutip uraian Lembaga Fatwa Dar al-Ifta’ Mesir, para ulama berbeda pendapat menyikapi apakah sujud syukur harus dalam kondisi bersuci dan menutup aurat, sebagaimana tata cara sujud dalam segenap salat. 

Menurut Imam Muhammad dan Abu Yusuf dari Mazhab Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, sujud syukur disyaratkan harus dalam kondisi suci dan menutup aurat, sebagaimana syarat sah yang berlaku dalam salat. 

Mereka merujuk pada hadis riwayat Muslim, bahwa tidak diterima salat sesorang kecuali dalam keadaan suci. Sujud syukur, dianalogikan juga layaknya salat juga demikian, lazim bersuci terlebih dahulu.

Loading...

Sementara, menurut sebagian ulama yang lain, di antaranya ulama Mazhab Maliki, Ibnu Taimiyah, Ibn al-Qayyim, asy-Syaukani, dan ash-Shan’ani, sujud syukur tak disyarakat dalam keadaan suci dan menutup aurat sebagaimana syarat bersujud yang berlaku untuk salat. 

Mereka beralasan, banyak sahabat yang melakukan sujud syukur tanpa harus berwudhu terlebih dahulu, sementara Rasulullah menyaksikan apa yang dilakukan sahabatnya tersebut, tanpa mengoreksi sedikitpun. 

Pada pengujung pemaparannya, Lembaga ini menyatakan, dari uraian di atas, boleh hukumnya melakukan sujud syukur tanpa harus bersuci terlebih dahulu merujuk pendapat ulama Mazhab Maliki dan yang sependapat. 

Kendati demikian, lebih utama bila hendak bersujud syukur agar bersuci dulu, berniat, lalu menghadap kiblat. Namun, sekali lagi, bila berhalangan menyempurnakan sujud syukur dengan syarat tersebut, maka boleh-boleh saja bersujud syukur, sebagaimana pendapat mereka yang memperbolehkan sujud syukur tanpa bersuci.

Sumber: Republika

Loading...
Loading...