Rabu, 20 Juni 2018 01:00 WITA

Puasa Syawal atau Bayar Utang Ramadan, Dahulukan Mana?

Editor: Fathul Khair Akmal
Puasa Syawal atau Bayar Utang Ramadan, Dahulukan Mana?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Usai merayakan Hari Raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa lagi selama enam hari di Bulan Syawal. Orang yang menjalani puasa ini, dijanjikan pahala setara dengan puasa setahun lamanya.

Banyak orang yang ingin mengerjakan puasa Syawal. Namun bagi mereka yang punya utang puasa Ramadan, biasanya kerap kali bingung. Mereka bingung mana yang dikerjakan lebih dulu antara bayar utang atau puasa syawal.

Seorang pakar tafsir Alquran asal Indonesia, Quraish Shihab dalam video ceramah di YouTube yang dinukil Solopos.com mengatakan, mendahulukan berpuasa untuk membayar utang puasa Ramadan lebih diutamakan.

"Kalau ditanya mana yang lebih utama, antara bayar utang Ramadan atau berpuasa Syawal, maka jelas lebih baik bayar utang puasa Ramadan. Karena puasa Ramadan wajib," katanya.

Ustadz Abdul Somad juga punya pendapat senada. Pasalnya kata dia, bayar utang puasa Ramadan hukumnya wajib, sementara puasa Syawal hukumnya sunah.

"Yang punya utang puasa, maka dibayar dulu. Baru puasa Syawal enam hari. Puasa Syawal itu sunah. Sedangkan mengganti puasa Ramadan hukumnya wajib," kata Somad.

Puasa Syawal memang diyakini memiliki keutamaan yang sangat istimewa. Hal tersebut berdasarkan hadits riwayat Muslim.

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia mendapat pahala seperti puasa setahun penuh," demikian bunyi haditsnya.