Rabu, 13 Juni 2018 13:12 WITA

Besok, Jemaah An Nadzir Gelar Salat Ied

Editor: Andi Chaerul Fadli
Besok, Jemaah An Nadzir Gelar Salat Ied

RAKYATKU.COM, GOWA - Jemaah An-Nadzir yang berdomisili di Kampung Butta Ejayya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa akan melaksanakan sholat idul fitri 1439 Hijriah, Kamis (14/6/2018) besok.

Pimpinan jemaah An Nadzir, ustadz Lukman Albakti saat dikonfirmasi, Rakyatku.com, Rabu (13/6/2018) mengatakan penetapan 1 Syawal 1439 Hijriah telah ditetapkan pada Kamis besok setelah melakukan pengamatan alam beberapa hari di beberapa tempat.

"Berdasarkan hasil musyawarah yang dilakukan An Nadzir Insya Allah hari Kamis 14 Juni 2018 kita akan laksanakan salat Ied nya di Masjid An Nadzir," ungkap Andi Lukman Albakti.

Adanya ketetapan jadwal 1 Syawal ini Kamis besok berarti estimasi hari Rabu ini, 13 Juni 2018 sekitar pukul 13.00 Wita sudah membuka ibadah puasa kami atau tidak puasa lagi ba'dah Dzuhur

"Pada dasarnya menetapkan awal bulan Syawal 1439 Hijriah, melalui pengamatan dan penentuan akhir Ramadan 1439 Hijriah tersebut dikarenakan bulan baru yang terbit pada 1 Syawal itu tidak bisa diamati langsung," demikian Andi Lukman Albakti.  

Hal itu kata ustadz Lukman Albakti, karena bulan berpotensi terbit sebelum 10 derajat atau sebelum 6 derajat di bawah garis horisontal. Yang sangat mudah diamati adalah akhir Ramadan yang terbit dini hari di belahan timur dan untuk mengetahui kapan hari terakhir terbitnya di timur. 

"Menjadi indikator tentang akhir bulan ini. Pertama, harus diketahui kapan terbitnya bulan purnama 15, Kedua, Ketiga, ada minimal tiga malam terakhir terbitnya bulan dari malam ke malam berikutnya terpaut 54 menit pertambanahannya. Keempat, terbitnya bulan akhir di ufuk timur bila mencapai 54 menit menuju terbitnya fajar siddik," rinci Andi Lukman Albakti. 

Kelima, tambahnya, pada tiga malam terakhir kita mengamati fisik bulan sabit yang terbit di ufuk timur dengan cara menggunakan kain tipis warna hitam untuk melihat bentuk bulan sabit dengan memperhatikan berapa garis bayangan bulan sabit terlihat, sebagai estimasi gambaran masih berapa malam lagi bulan Ramadan akan terbit.

"Keenam, pengamatan terakhir adalah terjadinya air pasang tertinggi yang terjadi di laut akibat adanya posisi terbentuknya garis astronomi antara matahari, bulan dan bumi yang mendekati sejajar (mendekati garis lurus) sehingga melahirkan efek gravitasi terhadap air laut yang hanya terjadi sebanyak satu kali dalam siklus 29/30 hari perjalanan bulan," detil ustadz Lukman Albakti.

Dari parameter mengamati perjalanan Ramadan tersebut dia menyipulkannya bahwa 15 Ramadan 1439 Hijriah terjadi pada hari Senin malam dan Selasa  29 Mei 2018 terjadi purnama 15 Ramadan 1439 Hijriah.