Jumat, 15 Juni 2018 09:21 WITA

Cerita dari Balik Jeruji Besi: Ramadan di Sel Tidak Menyenangkan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cerita dari Balik Jeruji Besi: Ramadan di Sel Tidak Menyenangkan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bulan ramadan merupakan bulan untuk mengoreksi dan merubah diri untuk menjadi lebih baik.

Berubah diri pun bisa dilakukan oleh semua orang yang betul-betul ingin berubah menjadi lebih baik. Merubah diri secara dini akan lebih baik dibandingkan ungkapan penyesalan di kemudian hari.

Bulan ramadan adalah bulan yang penuh berkah, dimana pada bulan ramadan identik dengan saat-saat berkumpul dengan keluarga saat makan sahur ataupun berbuka puasa. Puncak dari bulan ramadan adalah pelaksanaan Idulfitri. Dimana mayoritas penduduk muslim yang ada di Indonesia memilih mudik untuk lebaran dengan keluarga.

Tak hanya antara kabupaten, antar provinsi bahkan pemudik antara pulau di Indonesia saat mejelang hari H Idulfitri membludak. Membludaknya penumpang saat menjelang dan sesudah hari H menjadi pandangan yang lumrah setiap tahun di Indonesia.

Namun suka duka bulan ramadan dan idulfitri berkurang bagi para tahanan yang harus menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dimana tindak pidana tersebut harus dibayar dengan kesedihan yang mendalam.

"Sangat sedih karena puasa tidak sama dengan keluarga. Kalau ingat biasanya buka puasa dan sahur bersama keluarga, ini sangat menyedihkan," ungkap AAsru (35) salah satu tahanan yang diproses di Polrestabes Makassar.

Asrul yang telah memiliki istri dan dua anak tersebut mengaku sangat menyesal dengan perbuatan yang akhirnya membuatnya dibalik kerangkeng besi saat bulan ramadan. Iapun mengaku tak ingin merasakan hal yang serupa untuk kedua kalinya.

"Semoga setelah keluar dari sini tidak melakukan pelanggaran pidana lagi," tambahnya.

Dengan apa yang telah dirasakan oleh Asrul, tak dapat berkumpul dengan keluarga saat bulan ramadan akibat terlibat pidana, ia berpesan agar yang lain tidak melakukan hal yang sama.

"Ini berat terutama bagi yang telah memiliki keluarga, semoga tidak terjadi seperti ini. Semoga kita semua terus berupaya untuk menjadi lebih baik," tambahnya.