Jumat, 08 Juni 2018 14:58 WITA

Mobil Angkutan Barang Dilarang Beroperasi Selama Musim Mudik-Balik

Penulis: Nurhikmah
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Mobil Angkutan Barang Dilarang Beroperasi Selama Musim Mudik-Balik

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Balai Pengelola Transportasi Darat(BPTD) Wilayah XIX Sulsel-Bar melaksanakan Rapat Pemantapan dengan instansi terkait, yang dihadiri oleh Ditlantas Polda Sulsel, Satlantas Polrestabes Makassar, Balai Jalan Nasional Wilayah XIII Makassar, Dinas Perhubungan Maros, dan Dinas Perhubungan Gowa.

Rapat ini, digelar di Ruang Rapat Kantor BPTD Wilayah XIX  Sulselbar, Jl Perintis Kemerdekaan.

Rapat tersebut membahas tentang pelarangan operasional Angkutan Barang selama Periode Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 2018 (1439 H). Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 34 tahun 2018 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2018(1439 H).

Berdasarkan hasil keputusan rapat, H-3 dan H+3 Angkutan Barang dilarang beroperasi dan untuk kendaraan Proyek beroperasi mulai jam 10 malam sampai dengan Jam 6 Pagi.

Kepala BPTD XIX, Benny Nurdin Yusuf, pada sambutannya mengatakan, walaupun di dalam PM 34 Tahun 2018 adalah melakukan pengaturan, pelarangan pengoperasian angkutan barang pada sebagian di Pulau Jawa dan Bali, sehingga tidak memplot satupun untuk kita mengatur pada ruas jalan di Sulsel. 

Akan tetapi, lanjut Benny, bukan berarti  tidak bisa melakukan tindakan dan berdasarkan hasil kordinasinya dengan Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, di Jakarta. Intinya adalah mengkordinasikan dengan instansi terkait dimana ruas-ruas jalan yang berdampak pada kemacetan dan melakukan  tindakan yang dianggap perlu.

“Tentunya ketentuan yang tertinggi adalah kesepakatan bersama,” Kata Benny. 

Benny, menambahkan, setelah berdiskusi dengan teman-teman Dishub Kab/Kota, titik yang berpotensi  kemacetan dari Makasssar menuju utara yaitu Maros sampai Pangkep dan dari Makassar menuju selatan yaitu Sungguminasa sampai dengan kecamatan Bontonompo Gowa dan sebagian Takalar, sehingga perlu penanganan antisipasi secepatnya. 

Balai jalan Nasional Wil XIII, Iskandar Arsyad, mengatakan, secara internalnya telah terbit instruksi H-10 sampai dengan H+10 seluruh aktifitas proyek yang mengganggu arus lalu lintas dihentikan.

"Bila Dishub dan Kepolisian dilapangan menemukan aktifitas masih berjalan, laporkan ke kami, tentu kami akan menindak lanjuti ke bawah," katanya.

Iskandar menambahkan,apapun dari hasil keputusan rapat ini pihaknya pada prinsip siap menyiapkan infrastruktur contohnya pada penutupanbukaan jalan.