Kamis, 07 Juni 2018 13:24 WITA

Pengamanan Mudik, Polda Sulsel Bekali Personel Senjata Lengkap Anti Teror

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Pengamanan Mudik, Polda Sulsel Bekali Personel Senjata Lengkap Anti Teror

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel memperketat pengamanan saat puncak arus mudik jelang hari raya idul fitri tahun ini. Selain menyiapkan 121 Pos Pengamanan (Pospam) yang tersebar di sejumlah daerah di Sulsel, para personel yang diturunkan juga siap mengamankan aksi teror. 

"Kelebihan Pospam mudik 2018 ini ya karena ada pengamanan aksi teror," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Kamis (7/6/2018). 

Personel kepolisian yang menjaga tiap pospam tersebut, kata Dicky memiliki keahlian mengamankan aksi teror, termasuk kelengkapan persenjataan. Selain dilengkapi pengamanan aksi teror, Pospam kepolisian tersebut juga memiliki sejumlah fungsi utama seperti mengamankan jalur mudik, mengamankan lokasi keramaian di jalur mudik. 

"Mengantisipasi dan mengamankan apabila terjadi tindak pidana copet, begal, serta ada pelayanan masyarakat seperti butuh petunjuk jalan, istirahat," terang Dicky Sondani. 

Seperti diketahui, Operasi Ketupat resmi dilakukan oleh pihak kepolisian yang dibantu TNI sejak 6 Juni 2018 hingga 20 Juni 2018 mendatang. 

Sementara itu, Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Risyapudin Nursin mengatakan, Operasi Ketupat juga serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. 

Khusus di Sulawesi Selatan, pihaknya menyediakan 121 pos pengamanan (Pospam) yang tersebar di sejumlah daerah. Ia juga mengungkapkan, ratusan Pospam ini tidak akan menetap di satu tempat, melainkan akan berpindah-pindah. 

"Dalam artian patroli di wilayah-wilayah rawan kecelakaan, rawan tindak pidana. Jadi lebih diimbangi dengan giat-giat mobilitas atau patroli," kata Risyapudin.