Senin, 04 Juni 2018 21:38 WITA

Emak-Emak Bahas Bisnis Digital di Acara Bazaar Ramadan Diskop Sulsel

Penulis: Nur Izzati
Editor: Aswad Syam
Emak-Emak Bahas Bisnis Digital di Acara Bazaar Ramadan Diskop Sulsel
Bazaar Ramadan Diskop dan UKM Sulsel.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menjadi pebisnis memang tidak mudah, apalagi bagi seorang perempuan yang juga mempunyai kewajiban lebih besar, yaitu mengurus rumah tangga.

Namun dengan belajar marketing online, kondisi seorang ibu atau emak-emak pun bisa juga menjadi seorang pengusaha, tanpa meninggalkan tugas utama.

Hal itu terungkap dalam acara Emak-emak Ngobrol Bisnis dengan tema "Menjadi Emak Marketer di Era Digital" yang digelar Makassarpreneur, di acara Bazaar Ramadan Diskop dan UKM Sulsel, Senin (4/6/2018).

Kegiatan itu menghadirkan narasumber Owner Onlinepreneur, M. Darwis, Praktisi Bisnis Online dan Owner Lovely Souvenir Jihan Afandi dan Creativepreneur, Sriwiyanti. Acara tersebut dipandu oleh pendamping Makassarpreneur, Rahmatia Nuhung.

Menurut Sriwiyanti, belajar marketing bagi seorang ibu merupakan suatu keharusan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sambil menyelesaikan pekerjaan di rumah.

"Emak-emak yang mau jadi digitalpreneur harus mau belajar dan punya pemahaman bisnis. Berbisnis tidak sekadar ikut trend, tapi juga berdasarkan riset, menjual produk sesuai apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan, dan juga menggunakan strategi marketing," tambahnya.

Sementara itu, Darwis mengajak emak-emak yang hadir untuk memaksimalkan FB Marketing, baik yang gratis maupun yang berbayar.

"Kenapa FB?, karena pengguna FB sangat banyak. Ada 120 juta secara nasional dan di Makassar saja ada 1 juta pengguna. Sayang kalau tidak dimanfaatkan," katanya.

Sementara itu, Jihan membagi pengalaman awal mula ia memulai usahanya. Di mana ia memilih mundur dari pekerjaannya sebagai karyawan bank, dan memilih mengembangkan usaha.

"Saya memulai usaha karena kesulitan mendapatkan souvenir nikah pada tahun 2010. Jangan menunda, ambil segera peluang. Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih positif, seperti peningkatan ekonomi keluarga," tandasnya.