Kamis, 24 Mei 2018 01:30 WITA

Cara Mudah Melatih Anak Puasa Ramadan Sejak Balita

Editor: Abu Asyraf
Cara Mudah Melatih Anak Puasa Ramadan Sejak Balita
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Siapa bilang anak-anak tidak kuat berpuasa? Bulan Ramadan menjadi momentum terbaik mengajarkan mereka disiplin sekaligus mengenalkan pendidikan agama.

Keluarga merupakan landasan dasar tempat anak belajar baik dari perilaku maupun bimbingan orangtua. Anak merupakan penerus bagi kehidupan bangsa. Pendidikan akhlak dan karakter anak sebaiknya mulai distimulasi sejak dini oleh orang tua.

Didukung oleh lingkungan masyarakat yang sedang gencar melakukan ibadah, orang tua bisa menerapkan pendidikan akhlak dan agama di dalam lingkup rumah.

Dikutip dari The Asian Parent, menanamkan kesadaran anak puasa Ramadan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Mendisiplinkan anak puasa sejak dini bukanlah sebuah kekerasan. Ini merupakan pelajaran kedisiplinan tentang nilai-nilai keagamaan. Melatih anak puasa Ramadan tidak sama dengan mewajibkan mereka berpuasa. Bahkan di dalam Islam sendiri telah disabdakan oleh Rasul-Nya: "Tidak ada kewajiban syar'i bagi anak-anak yang belum balig".

Selain itu dalam melatih anak puasa, orang tua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan mereka. Telah jelas bahwa Islam sendiri tidak menghendaki adanya unsur paksaan dalam mendidik anak. 

Mumpung juga sedang dalam bulan Ramadhan, di mana sekolah-sekolah akan mendukung keberadaan bulan penuh berkah ini, jadi anak-anak biasanya juga akan termotivasi dari guru mereka di sekolah maupun dari teman bermain atau teman sekolahnya. Mereka akan dengan senang hati menjalankan ibadah puasa ini bersama-sama.

Apakah anak balita juga sudah perlu dilatih untuk berpuasa?

Namanya juga melatih anak puasa sejak dini, tentunya balita-pun juga sudah bisa untuk dilatih puasa Ramadan. Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya harus bertahap dalam pengenalannya.

Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh tetapi hanya menunda waktu makan siang mereka saja. Pada tahap awal latihan anak puasa Ramadhan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00,  Anda dapat memberitahu balita Anda untuk menunda sarapan mereka menunggu jam 09.00 atau 10.00.

Tentunya saat Anda sekeluarga bangun untuk makan sahur, Anda juga melatih balita Anda untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. Setelah acara sarapan yang tertunda, ajak balita Anda untuk melanjutkan puasanya dengan memperbolehkannya makan lagi pada pukul 15.00, kemudian dilanjutkan lagi hingga magrib, dan melakukan buka bersama.

Jika balita Anda masih belum mampu bertahan, berikan mereka sedikit kelonggaran. Dalam satu bulan, balita Anda mungkin akan melakukan peningkatan ketahanan berapa jam mereka bisa menahan lapar mereka. Bahkan bisa jadi di akhir Ramadhan mereka mampu tidak sarapan hingga jam 12 siang.

Ada istilah untuk anak puasa sampai waktu zuhur dengan sebutan 'puasa zuhur' hanya untuk memotivasi anak agar mampu melakukan yang terbaik yang mereka mampu.

Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas.

Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga azan magrib tiba. Istilah menghabiskan waktu ini dikenal sebagai "ngabuburit".

Di awal latihan anak puasa Ramadan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan biarkan mereka kebablasan (dalam artian tidur berlebihan), tetap berikan aktivitas yang menyenangkan bersama agar mereka juga tidak menjadi pemalas.

Puasa bukan untuk bermalas-malasan. Ajarkan saja mereka untuk belajar mengaji. Biasanya anak-anak kecil akan sudah terlihat ramai-ramai ke masjid atau musala untuk mengaji bersama. Doronglah anak Anda untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan positif.

Setelah sahur dan menjalankan salat subuh sebaiknya batasi kegiatan anak. Jangan biarkan mereka jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga. Hal ini untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain satu jam sebelum magrib untuk ngabuburit.

Tags