Rabu, 16 Mei 2018 16:24 WITA

Polda Sulsel Perketat Pengamanan di Malam 1 Ramadan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Polda Sulsel Perketat Pengamanan di Malam 1 Ramadan

RAKYATKU.COM, MAKASSARRAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jelang salat tarawih perdana yang akan digelar pada malam 1 Ramadhan, Rabu (16/5/2018), Polda Sulsel akan memperketat pengamanan di rumah-rumah ibadah terutama di masjid untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan, pengamanan ini akan dilakukan bersama dengan aparat TNI. Langkah ini dilakukan mengingat beberapa hari terakhir, beberapa daerah di Indonesia dilanda teror oleh sekelompok orang. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan, pengamanan ini akan dilakukan bersama dengan aparat TNI. Langkah ini dilakukan mengingat beberapa hari terakhir, beberapa daerah di Indonesia dilanda teror oleh sekelompok orang. 

"Kita akan melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah terutama di masjid-masjid yang akan diperlihatkan salat tarwih dan subuh. Pengamanan ini sangat penting sekali dilakukan mengingat saat ini masih dilanda oleh teror," kata Dicky saat menggelar jumpa pers di salah satu kedai kopi di Makassar, Rabu (16/5/2018).tarwih dan subuh. Pengamanan ini sangat penting kita lakukan apalagi mengingat situasi Indonesia saat ini masih dilanda oleh teror,"kata Dicky saat menggelar jumpa pers di salah satu kedai kopi di Makassar, Rabu (16/5/2018).

Dicky juga mengimbau kepada kepala RT dan RW di seluruh daerah di Sylawesi Selatan agar benar-benar mencatat warga-warga pendatang yang tinggal di rumah kos. Dicky mengatakan jika ada yang mencurigakan, para ketua RT dan RW agar tidak langsung melaporkan ke kepolisian. Dicky juga mengimbau kepada kepala RT dan RW di seluruh daerah di Sylawesi Selatan agar benar-benar mencatat warga-warga pendatang terutama yang tinggal di rumah kos. Dicky mengatakan jika ada yang mencurigakan, para ketua RT dan RW agar tidak segan langsung melaporkan ke kepolisian. 

Selain itu, Dicky juga berujar bahwa saat ini polisi meminta kepada MUI atau FKUB di antara para penceramah di masjid agar tidak membawakan materi yang mengangkat isu-isu radikalisme. Dicky juga berujar bahwa saat ini polisi meminta kepada MUI atau FKUB memantau para penceramah di masjid agar tidak membawakan materi yang mengangkat isu radikalisme. 

"Jadi, ajaran-ajaran radikalisme dihilangkan agar tidak ada masyarakat untuk melakukan aksi terorisme," imbuhnya. imbuhnya. 

Langkah lebih jauh, ungkap Dicky adalah pihak-pihak yang saat ini sedang melakukan intensifikasi dengan pihak-pihak untuk memantau media sosial yang dicurigai sebagai anti radikalisme dan terorisme. Dicky ialah pihak kepolisian saat ini intens melakukan koordinasi dengan pihak Kominfo untuk memantau media sosial yang dicurigai berbau radikalisme dan terorisme. 

"Inilah salah satu upaya kita dan kita mengajak kepala desa, kapolsek, babinsa, dan babinkamtibmas agar mereka bisa langsung turun agar melakukan antisipasi," pungkas Dicky. kapolsek, babinsa, dan babinkamtibmas supaya mereka bisa langsung turun agar melakukan antisipasi,"pungkas Dicky. 

Kejadian teror saat ini memang mengguncang Indonesia. Terakhir, para terduga teroris Serangan Mapolda Riau yang menyebabkan beberapa nyawa melayang.