Rabu, 16 Mei 2018 11:35 WITA

Coba Cara Ini Agar Kandungan Gizi Makanan Sahur dan Buka Puasa Tak Berkurang

Editor: Andi Chaerul Fadli
Coba Cara Ini Agar Kandungan Gizi Makanan Sahur dan Buka Puasa Tak Berkurang

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Agar tubuh tetap sehat saat berpuasa, makanan yang dikonsumsi saat sahur juga perlu diperhatikan. Kandungan gizi makanan tersebut berpengaruh pada stamina kita saat berpuasa nanti.

Dokter Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), dr Asrini Safitri mengatakan, mengelola makanan sebaiknya diperhatikan menjelang saat berbuka dan sahur. Agar tidak mengurangi kandungan gizi yang terkandung di dalamnya.

Pertama pisahkan bahan makanan mentah seperti daging, ikan atau ayam dari bahan makanan lain. Simpan makanan mentah tersebut dalam wadah tertutup rapat, untuk menghindari kontak bahan makanan mentah dengan makanan yang sudah matang.

"Karena bahan mentah mengandung mikroorganisme berbahaya yang dapat mencemari masakan yang sudah matang. Juga gunakan alat masak yang bersih," kata dia, Rabu (16/5/2018).

Kedua, untuk makanan berkuah, pastikan air kuah mendidih mencapai suhu 70 celsiun. Jika masak sayur, maka sayuran di masukkan pada saat air kuah sayur telah mendidih lalu masukkan sayur dan setelah itu matikan kompornya agar nilai gizi pada sayur tidak hilang.

Ketiga jangan tinggalkan makanan yang telah di masak pada suhu kamar lebih dari 2 jam. Masukkan segera makanan yang telah di masak atau makanan yang mudah rusak ke lemari pendingin.

Keempat panaskan makanan yang telah dimasak hingga matang (di atas suhu 60° C dan tidak melebihi 90° C agar tidak merusak nilai gizi) pada saat akan dihidangkan.

Kelima, sebaiknya kurangi memasak makanan dengan metode menggoreng kerena selain mengandung banyak lemak juga dapat merusak nilai gizi akibat pemanasan yang terlalu tinggi.